Kembali ke Blog

Kelurahan Tangguh Bencana Kota Bekasi: Bekasi Utara Baru Menyusul, Ini yang Bisa Dicek Pembeli Rumah

BPBD Kota Bekasi memperluas Kaltana dan membentuk satgas di tingkat RW. Empat kecamatan sudah masuk, Bekasi Utara berikutnya. Status ini mengukur kesiapan warga, jadi pengecekan lokasi tetap harus dikerjakan sendiri.

Lingkungan hunian Kingspoint Private Residences di Jl. Raya Perjuangan, Bekasi Utara, kecamatan yang masuk rencana perluasan Kelurahan Tangguh Bencana

BPBD Kota Bekasi memperluas pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) dan Satuan Tugas Keluarga Tangguh di tingkat RW. Dalam keterangan yang dimuat media lokal pada Senin (21/9/2026), Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita, menyebut Kaltana sudah terbentuk di wilayah Jatiasih, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, dan Rawalumbu. Kecamatan berikutnya yang disasar adalah Bekasi Utara.

"Dengan Kelurahan Tangguh Bencana diharapkan masyarakat lebih siap saat menghadapi bencana," kata Wiratma. Ia juga menegaskan penanggulangan bencana tidak bisa dikerjakan pemerintah sendirian dan butuh warga serta dunia usaha.

Buat orang yang sedang mencari rumah di Bekasi Utara, kabar ini perlu dibaca dengan tepat. Status Kaltana mengukur kesiapan warga menghadapi bencana. Status itu tidak menyatakan sebuah kelurahan aman dari banjir, dan juga tidak menyatakan sebaliknya.

Apa yang Diukur dari Sebuah Kelurahan Tangguh Bencana

Pedomannya adalah Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Di situ desa atau kelurahan tangguh bencana diartikan sebagai wilayah yang warganya mampu mengenali ancaman di lingkungannya sendiri, lalu mengorganisasi sumber daya untuk mengurangi kerentanan dan cepat pulih setelah bencana.

Kesiapan itu dinilai dengan skor dari sekitar 20 indikator, lalu dikelompokkan jadi tiga tingkat:

TingkatRentang skor
Kaltana Pratama20–35
Kaltana Madya36–50
Kaltana Utama51–60

Indikatornya tersebar di enam komponen: legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan, pengembangan kapasitas, dan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kegiatannya dimulai dari pengkajian risiko kelurahan, penyusunan rencana kontinjensi, pembentukan forum pengurangan risiko bencana (PRB), sampai pelatihan warga dan aparat. Jadi, kelurahan yang sudah berstatus Kaltana setidaknya pernah memetakan risikonya sendiri. Dokumen itu yang berguna bagi calon pembeli.

Kota Bekasi Sudah Sampai Mana

Programnya bukan hal baru. Pada Februari 2024, BPBD Kota Bekasi bersama BNPB menyosialisasikan pembentukan tim siaga bencana untuk tujuh kelurahan. Dua kelurahan pertama adalah Jatirasa di Jatiasih dan Bekasijaya di Bekasi Timur, dan keduanya menerima bantuan perahu karet. Kepala Pelaksana BPBD saat itu, Enung Nurholis, menyebut tujuannya membentuk masyarakat yang tangguh bencana di setiap kelurahan.

Per September 2026, wilayah yang disebut BPBD sudah meliputi juga Bekasi Selatan dan Rawalumbu, dan programnya turun satu tingkat lagi lewat Satgas Keluarga Tangguh di tiap RW. Kota Bekasi punya 12 kecamatan. Delapan kecamatan lain, termasuk Bekasi Utara, belum disebut dalam daftar itu.

Kabupaten Bekasi memilih jalur lain. Pada 18 September 2024, Pemkab meluncurkan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di Kantor Kecamatan Cikarang Selatan, dan para camat menandatangani deklarasi. Kepala BPBD Kabupaten Bekasi waktu itu, Muchlis, mencatat delapan jenis ancaman di wilayahnya, dari banjir dan kekeringan sampai kegagalan teknologi.

AspekKota BekasiKabupaten Bekasi
Unit programKelurahan (Kaltana) plus Satgas RWKecamatan (Kencana)
MulaiSosialisasi 7 kelurahan, Februari 2024Peluncuran 18 September 2024
Cakupan per September 2026Jatiasih, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, RawalumbuDeklarasi tingkat kecamatan
Bekasi UtaraRencana perluasan berikutnyaBukan wilayah kabupaten

Pendekatan kelurahan dan RW lebih dekat ke rumah warga. Kelemahannya, jangkauannya lambat karena kelurahannya banyak.

Yang Bisa Dicek Pembeli Rumah di Bekasi Utara

Karena Kaltana belum masuk Bekasi Utara, calon pembeli di kecamatan ini belum bisa menumpang pada dokumen kajian risiko kelurahan. Pengecekannya harus dikerjakan sendiri. Soalnya, informasi yang biasanya ada di dokumen Kaltana (peta risiko, titik kumpul, jalur evakuasi) justru yang dicari orang sebelum akad.

  1. Riwayat genangan lokasi. Tanyakan ke warga sekitar dan ke kantor kelurahan, bukan hanya ke marketing. Metodenya ada di cara cek riwayat banjir sebelum beli rumah.
  2. Jenis ancamannya. Banjir kiriman dari hulu Kali Bekasi dan genangan lokal karena drainase buruk punya penanganan yang berbeda. Bedanya kami bahas di banjir kiriman vs banjir lokal.
  3. Titik kumpul dan jalur keluar. Di cluster satu gerbang, tanyakan jalan mana yang dipakai kalau akses utama tergenang.
  4. Saluran informasi darurat. Apakah RT/RW atau pengelola punya grup yang meneruskan peringatan dini BMKG dan BPBD.
  5. Proyek pengendali banjir di sekitarnya. Statusnya bisa berubah, jadi cek yang terbaru. Contohnya ada di tanggul Kali Bekasi yang mangkrak.

Untuk cluster baru, satgas RW biasanya belum ada karena RT/RW-nya pun belum terbentuk. Selama masa itu, urusan darurat ada di pengelola kawasan. Makanya pertanyaan nomor 3 dan 4 sebaiknya diajukan ke pengelola, dan jawabannya diminta tertulis.

Kaltana menilai kesiapan warga. Elevasi tanah, kondisi drainase, dan riwayat genangan tetap harus dicek per lokasi, apa pun status kelurahannya.

Kalau Kaltana nanti benar-benar masuk Bekasi Utara, warga kompleks baru bisa ikut sejak awal. Forum PRB kelurahan butuh orang, dan penghuni cluster yang ikut duduk di forum itu punya suara soal letak titik kumpul dan jalur evakuasi di lingkungannya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana)?
Kelurahan yang warganya dilatih mengenali ancaman bencana di wilayahnya dan mengorganisasi sumber daya untuk mengurangi risiko. Pedomannya Perka BNPB Nomor 1 Tahun 2012, dengan tiga tingkat: Pratama, Madya, dan Utama.

Wilayah mana saja di Kota Bekasi yang sudah punya Kaltana?
Per 21 September 2026, BPBD Kota Bekasi menyebut Kaltana sudah terbentuk di wilayah Jatiasih, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, dan Rawalumbu. Bekasi Utara masuk rencana perluasan berikutnya.

Apakah kelurahan berstatus Kaltana berarti bebas banjir?
Tidak. Status itu menilai kesiapan warga dan kelembagaan, bukan kondisi fisik lahan. Riwayat genangan dan elevasi tetap perlu dicek per lokasi rumah.

Sumber: keterangan Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita (GoBekasi dan RRI, 21 September 2026); Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012; PDAM Tirta Bhagasasi, "Kota Bekasi Bentuk 7 Kelurahan Tangguh Bencana" (23 Februari 2024); Prokopim Kabupaten Bekasi (18 September 2024).

Mau cek riwayat genangan lokasinya?

Tim Kingspoint bisa menjelaskan elevasi kawasan, riwayat genangan, dan akses keluar-masuk Rumah Emerald 70 di Jl. Raya Perjuangan, Bekasi Utara.

Chat WhatsApp Sekarang

Bacaan terkait di Kingspoint Blog